Pernah ke rumah sakit? Kalau
belum, coba deh nyengajain maen ke rumah sakit, terus liat dan fikirkan apa-apa
disekitar mu! Betapa berharga bagi insan yang mampu menangkap hikmah di setiap
kejadian, betapa beruntung bagi insan yang memanfaatkan qalbu untuk berfikir. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit
dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi. (Mereka berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini semua, dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka." (TQS Ali Imran [3]:190-191).
Setidaknya, ada dua hikmah yang
bisa kita petik saat berkunjung ke rumah sakit. Pertama, bahwa nikmat sehat
bertapa berharga! Saat sakit, garampun terasa asin, dan gula pun terasa manis.
yaa iyalah massa garam rasanya pedas, hehehe. Serius nih temen-temen setiap
insan pasti pernah merasakan sakit dan betapa gak enaknya ngelakuin sesuatu
saat sakit, bahkan mau ngelaksanain maksiat pun males. Bersyukurlah jika saat
ini Allah mengaruniakan tubuh dan jiwa yang sehat bagi kita. Lalu yang kedua,
kita bisa ambil kesimpulan bahwa saat sakit menimpa, ia tidak memandang status
dan golongan. Siapapun pernah dan akan merasakannya, baik itu si kaya atau si
miskin, islam ataupun non islam, laki-laki ataupun perempuan, sorry ya waria
gak disebut...
Hmm sayangnya di negeri kita udah
bukan rahasia umum, kalau saat nih biaya kesehatan. Nah, yang bikin sedih tuh,
saudara-saudara kita yang kurang, mampu dengan izin Allah sedang ditimpa sakit.
Dengan biaya selangit, bagaimana mereka bisa melunasinya? Jalan lainnya, mereka
tahan derita sakit yang menimpanya, mungkin sampai ajal menjemputnya. Itulah
saat ini. Dimana kesehatan bukan lagi menjadi kewajiban negara. Beda dengan
saat islam dijadikan aturan dalam bernegara, yaitu dalam institusi negara
khilafah. Islam ngewajibin negara buat ngejamin kesehatan rakyatnya secara
cuma-cuma, tanpa ngebebani rakyat untuk ngebayar. Rasulullah SAW sebagai kepala
negara Islam telah ngejamin kesehatan rakyatnya secara cuma-cuma, dengan cara
ngirimin dokter kepada rakyatnya yang sakit tanpa memungut biaya dari rakyat.
Dari Jabir RA berkata, ”Rasulullah SAW telah mengirim seorang dokter
kepada Ubay bin Ka’ab (yang sedang sakit). Dokter itu memotong salah satu urat
Ubay bin Ka’ab lalu melakukan metode pengobatan kay pada urat itu.”
(HR Muslim no 2207).
wallahu'alam

0 komentar:
Posting Komentar